HasiI Pelatihan untuk Evaluasi Penerapan SMKP Minerba

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

istem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba), adalah :

Bagian dari Sistem Manajemen Perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian resiko keselamatan pertambangan yang terdiri atas keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan, dan keselamatan operasi pertambangan.

Tujuan dari Penerapan  Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba), adalah :

  1. Meningkatkan efektifitas Keselamatan Pertambangan yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi.
  2. Mencegah kecelakaan tambang, penyakit akibat kerja, dan kejadian berbahaya.
  3. Menciptakan kegiatan operasional tambang yang aman, efisien, dan produktif.
  4. Menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, nyaman, dan efisien untuk meningkatkan produktifitas.

Adapun pemberlakukan Sanksi Administratif yang diatur di dalam Permen ESDM No. 38 Tahun 2014 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara (SMKP Minerba), adalah sebagai berikut :

  1. Peringatan Tertulis : 30 (tiga puluh) Hari Kalender.
  2. Penghentian Sementara  Sebagian atau Seluruh Kegiatan dikenakan DJW : 90 (Sembilan puluh) Hari Kalender.
  3. Pencabutan IUP, IUPK, IUP OP Khusus, IUJP, SKT.

Adapun Sanksi Administratif dapat dikenakan kepada Perusahaan Pemegang IUP, IUPK, IUP OP Khusus, IUJP, SKT, oleh Dirjen atau Gubernur, apabila :

  1. Perusahaan tidak menerapkan SMKP Minerba.
  2. Perusahaan tidak mempunyai KTT atau PJO.
  3. Perusahaan tidak menerapkan SMKP Minerba.
  4. Perusahaan tidak melakukan Audit Internal atau Audit Eksternal.
  5. Perusahaan tidak melaporkan Hasil Audit ke KAIT.

 

HasiI Pelatihan untuk Evaluasi  Pelaksanaan Internal  Audit  SMKP Minerba ;

  1. Untuk melakukan Audit, disarankan untuk menggunakan Teori Segitiga Audit, sebagai berikut:

2. Adapun di dalam Audit Internal, diperlukan Sikap yang tepat sebagaimana berikut ini :

  1. Berbicara dengan Tata Krama, dan Penyampaian Terbuka
  2. Gunakan Humor sesuai kebutuhan.
  3. Besikap Tenang, Bersahabat, dan Obyektif (tidak memihak).
  4. Memberikan Feedback, atau menyampaikan saran dan/atau informasi membangun.
  5. Tidak berbincang mengarah ke wilayah personal.
  6. Bersikap tidak lebih tinggi kedudukannya dengan Auditee, namun bersikap dalam kedudukan yang sama.
  7. Sedapatnya menghindari Penghalang, seperti : Meja, Sekat Partisi, dan Lain sebagainya.
  8. Disarankan untuk melakukan Audit ditempat yang baik untuk wawancara.
  9. Adapun dalam hal menyampaikan Pernyataan Ketidaksesuaian atau Temuan Audit, disarankan menggunakan Teori “PLOR”, yaitu :

 

Keterangan :

  1. Pernyataan Ketidaksesuaian atau Temuan Audit harus dapat menyebutkan secara jelas Permasalahan yang ditemukan.
  2. Setelah dijelaskan mengenai Permasalahan yang ditemukan, Auditor harus dapat menyebutkan Lokasi dimana Permasalahan tersebut terjadi atau ditemukan.
  3. Penjelasan mengenai Permasalahan yang ditemukan, dan Lokasi dimana Permasalahan tersebut terjadi, harus didukung oleh Bukti Obyektif.
  4. Dan yang terakhir adalah Permasalahan, Lokasi, dan Bukti Obyektif harus dapat dikategorikan oleh Auditor termasuk ke dalam Temuan yang melanggar Elemen SMKP Minerba.